Langkah instan atasi emosi akibat konflik

Langkah instan atasi emosi akibat konflik

Konflik antar pribadi sulit untuk dihindari. Setiap harinya pasti terjadi, baik dalam situasi persahabatan, keluarga, maupun romansa. Sebagai akibat, perdebatan dan penolakan yang terjadi dalam konflik tersebut membuat kita merasa terbuang, sendirian, tidak dimengerti dsb.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan Journal of Experimental Social Psychology, Jaye Derrick dan Shira Gabriel dari Universitas Buffalo mengemukakan sebuah penemuan pentingbahwa perasaan-perasaan negatif tersebut dapat ‘diredakan’ dengan cara menonton acara TV favorit.

A common experience following a threat to interpersonal relationships, such as a fight, or social rejection, is lowered self-esteem and negative mood. However, the researchers found that those participants who experienced a relationship threat and then watched their favorite TV show were buffered against the blow to self-esteem, negative mood, and feelings of rejection.

Jadi apapun rasa kesepian atau kesal yang Anda alami, Anda selalu bisa mengeluarkan diri dari ikatan emosional tersebut. Misalnya, ketika seorang wanita yang mendadak membatalkan janji pertemuan, daripada merasa dongkol seharian penuh, Anda bisa mengatasinya dengan menyalakan TV dan menonton tayangan yang menarik di sana. Setidaknya sampai emosi Anda mereda.

Pertanyaannya sekarang adalah… bagaimana jika Anda tidak bisa menemukan acara TV yang bagus?

 

sumber: http://lexdepraxis.blogdetik.com

Bagaimana kita terdorong untuk membeli (Dan memilih pasangan)

Bagaimana kita terdorong untuk membeli (Dan memilih pasangan)

Mengapa kita bisa memilih barang atau pasangan yang kita pilih? Bagaimana mekanika pola kerja pikiran kita ketika melakukan pertimbangan itu? Apakah logis dan linear, atau kacau dan penuhasosiasi seenak jidat?

Paul Harrison adalah seorang penulis dan peneliti yang mendalami bidang psikologi dan perilaku konsumen. Berikut adalah beberapa keypoints yang dia sampaikan mengenai dalam dialog Deakin Boardroom Lunch.

  • Manusia cenderung mempercayai institusi, lembaga, keluarga, atau siapapun yang berada di posisi otoritas. Jadi banyak sekali keputusan yang kita ambil terpicu oleh dorongan atau arahan dari pihak-pihak tersebut, sekalipun pada awalnya kita tidak setuju dengan pandangan mereka.
  • Pikiran kita sensitif terhadap pujian. Kita cenderung membeli, memilih benda dan orang lain yang membuat kita merasa lebih baik, lebih cantik, lebih diinginkan.
  • Kita suka berpikir bahwa kita dapat mengambil keputusan yang rasional berdasarkan informasi dan fakta yang ada. Namun berdasarkan penelitian, proses pengambilan keputusan kita seringkali berantakan, terpengaruh prejudis dan stereotip, dan sisi ego akan menolak apapun yang bertentangan dengan sikap mental kita saat ini, tidak peduli pilihan itu sebenarnya adalah hal yang terbaik untuk kita.
  • Kita cenderung bersikap apatis dan terpola ketika mengambil keputusan. Dengan kata lain, tidak peduli seberapa salah pembelian atau pilihan kita di masa lalu, manusia cenderung untuk mengulanginya lagi tanpa dia sadari.
  • Ketika dalam keadaan stres, kecewa, dan di bawah tekanan, kita tidak dapat berpikir dengan baik sehingga mengakibatkan pengambilan keputusan yang buruk.

I think what is important here is this ideology, or, perhaps, mindset, that says we are all individuals, and thus, we all have control over our behaviour, and if we just tried that little bit harder, or were just given a little bit more information, then we would be able to take responsibility for ourselves more appropriately. In other words, stop complaining, get off your backside, and do something about it.

Kesimpulan? Biasakan diri Anda untuk bekerja sedikit lebih keras ketika mengambil keputusan, salah satunya adalah ketika memilih pasangan hidup atau kekasih. Pastikan Anda tidak melakukannya hanya berdasarkan program yang sudah terbiasa tertanam dalam kepala Anda. Hanya karena sesuatu terasa logis, bukan berarti Anda sudah benar-benar berpikir logis

sumber: http://lexdepraxis.blogdetik.com

place i should visit before i died

place i should visit before i died

ternyata di luar dugaan, dengan kerja keras dan rejeki yang di limpahkan ALLAH SWT, 3 dari 4 resolusi tahun baru 2012 yang saya canangkan tercapai dengan hasil memuaskan. bahkan masih di akhir januari

 

thank god

saat ini saya lagi menjajaki kemungkinan melaksanakan keinginan saya yang masih tertunda

dikarenakan saya sudah bekerja keras sejak 1999 til now, sayapun terpaksa mengesampingkan beberapa keinginan saya sejak smu dulu, yakni berpesiar mengunjungi tempat-tempat yang hanya saya dengar keindahannya (gak puas kalo ga’ liat sendiri)

mungkin ini saat yang tepat untuk merencanakan sambil berspekulasi kapan waktunya  nyuri- nyuri liburan… haha

1.Danau kelimutu dan pulau komodo

danau yang konon terdiri dari tiga warna

tahun lalu sempat berencana kesana bareng ighor sahabat saya, tapi karena satu dan lain hal yang tidak bisa ditunda, akhirnya rencana inipun ngambang hingga kini

2.wakatobi sulawesi tenggara

konon keindahan bawah lautnya sangat memukau

cuma untuk estimasi biayanya belum tau, so kayaknya mesti ngumpulin data dulu sebelum kesana. takutnya pulangnya jadi gembel…. hahaha

mudah-mudahan dua tempat ini bisa kukunjungi tahun ini… amien

kalo ada info, tolong dibagi ya…

 

thank’s before

KIDDIES

 

 

 

 

Esensi

Esensi

Hidup bukanlah tentang hasil akhir

Karena hidup adalah sebuah proses

Tak ada yang perlu terlalu ditakuti

Sebab hidup tak pernah begitu menakutkan

 

Takdir, jodoh dan cinta

Hanyalah sebuah misteri yang menyelubungi kenyataan

Entah kita sadar ataupun tidak

Ternyata hakikat hidup dan sukses, adalah bagaimana membuat hidup itu menjadi nyata

 

02.00 dinihari

@kamar 105 graha HoteL

Resolusi 2012

Resolusi 2012

setiap tahun saya selalu menyempatkan diri untuk merenungkan, menelaah (HALAH), memikirkan dan mengingat ingat apa pencapaian selama setahun ini…

dan ternyata…. *tereeeeeetttttttt

Tahun ini pencapaian yang saya targetkan tahun lalu cuma tercapai 75%

Apa yang salah? *hmmmmmm

gak ada juga kali, mungkin memang rezkinya dikasih segitu :D

 

dan buat tahun depan saya punya keinginan dan target pribadi untuk dicapai

 

  • beli rumah baru yang lebih besar, targetnya harus tercapai “INSYA ALLAH” bulan maret
  • lebih fokus nabung lebih daripada tahun kemarin (minimal 30% dari penghasilan)
  • bisa lebih rajin bangun pagi :D (kalo ini penyakit akut yang sudah masuk stadium 4)
  • memulai bisnis sampingan yang belum kesampaian di tahun lalu ( cause jujur ngga’ fokus)

mudah-mudahan semua tercapai lebih cepat dari yang ditargetkan….. aminnnn :)

Devide et impera gaya baru ?

Devide et impera gaya baru ?

Bangun tidur pagi ini, saya langsung nonton tv untuk menyaksikan acara musik atau pun berita yang biasanya ditayangkan hampir semua stasiun televisi di pagi hari. kecuali acara gosip, yang menurut saya jadi cikal bakal ketololan berjamaah karena membiarkan kita terlena melihat para selebritis dan skandalnya.  dan juga menurut saya, kalau yang diberitakan yang baik- baik, prestasinya, ataupun perkembangannya, itu malah baik, agar kita semua bisa bergelora dalam keinginan untuk maju. tapi kalu yang diberitakan tentang kawin cerainya, atau tentang kucingnya yang mati, ngapain??

 

Tapi yang membuat saya tertarik, sampai menulis ini adalah bagaimana saya menonton berita dilayar kaca yang berseteru untuk memperebutkan kekuasaan, saling menuding, bahkan saling sikut dengan intrik-intrik politik yang mendekati kata “kejam”

 

F#ck

 

Menurut saya inilah yang menjadi kebodohan kita sebagai bangsa yang mengaku “BERPENDIDIKAN” ini. bangsa yang mengaku berkembang dengan jumlah penduduk yang mayoritas miskin, dan tanpa jaminan kesehatan.

 

Kebodohan kita disini adalah, “KITA TERLALU SIBUK BERSETERU”

apakah kita tidak mengambil pelajaran dari sejarah, bahwa selama 350 tahun kita terjajah karena hal ini?

kita terpecah belah, dan di pecah belah dengan politik yang bangsa belanda menyebutnya “DEVIDE ET IMPERA”

Apabila kita membaca sejarah bangsa ini maka kita akan tahu mengapa hal ini terjadi. Terdapat satu komunitas yang terus menerus berjuang sementara di sisi yang lain berbaris komunitas-komunitas yang sedang asyik menikmati rejeki hasil pengkhianatan. Lucunya, dengan enteng kita mengatakan semuanya akibat politik divide et impera. Selalu orang lain yang disalahkan dan bukan mengapa kita bisa diadu domba?

Kata persatuan yang tergantung manis dikaki burung garuda yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”  sudah lama terlupakan.

Ketika negara lain sibuk berinvestasi di negara kita, eh malah kita sebagai tuan rumah yang sibuk bertikai.

Kita bagai anak ayam yang kelaparan di lumbung padi.

Sayapun kadang berpikir, “SEBENARNYA KITA INI RAKYAT SIAPA?”, karena sulit mencari kebijakan pemerintah yang langsung terasa dampaknya langsung.

Ini mungkin curhat panjang saya yang berisi pemikiran saya

Dan mudah- mudahan kita tidak terjebak dalam devide et impera gaya baru ini

 

Keep positive thinking

Kiddies

Reuni dan cerita masa lalu

Reuni dan cerita masa lalu

Kemarin, saya menhadiri reuni bersama teman seangkatan saya di Smu. kebetulan acaranya diadakan di pantai akkarena Makassar, yang memanfaatkan momen lebaran karena kebanyakan dari kami sudah berada di kota lain untuk menjalani satu tuntutan, yakni profesi masing masing.

Kebetulan format acaranya semi formal, jadi kami bebas bercengkrama layaknya waktu smu dahulu. beberapa teman bahkan membawa serta anak, atau suaminya. yop, kami kini bukanlah anak ingusan berseragam putih abu- abu lagi, kami kini bukanlah anak yang nebeng uang jajan lagi kepada orang tua, bahkan kami kini sudah menjadi pribadi – pribadi yang bertanggung jawab pada nasib kami esok hari.

Masih kental dalam ingatan saya, bagaimana kami dulunya, dengan pemikiran picik, sering bersilang pendapat, gak suka si anu, gak level ma si itu, bahkan kadang berujung bentrok, pertengkaran bahkan perkelahian karena masalah sepele. remaja remaja berseragam smu yang dulunya menjalani kisah cinta dengan berdasar pada novel. remaja- remaja yang dulunya mau mencoba segala hal, ingin membuktikan konsistensi diri dengan caranya sendiri.

tapi saat ini saya sadar, kami bukanlah di pisahkan dengan gelar si bandel, kutu buku, si atlet, si populer, si kuper, ataupu si anu dan si itu. kami kini menjadi satu dalam sebuah memori indah, dimana ketika itu kami semua bersama mengejar mimpi indah kami masing masing.

Mimpi yang membawa kami hidup dalam pergulatan melawan nasib, berusaha merubah takdir, dan membawa kehidupan kami sendiri.

mimpi itu belum berakhir, dan kita masih selalu punya kesempatan untuk mewujudkannya.

Salam hangat

Ervine

7 Kebiasaan Dasar Dalam Berpenampilan

7 Kebiasaan Dasar Dalam Berpenampilan
7 Kebiasaan Dasar Dalam Berpenampilan

Kita semua telah mengetahui, bahwa pakaian yang Anda kenakan berbicara lebih keras menunjukan siapa Anda. Pakaian yang Anda kenakan dapat menunjukkan status sosial, status ekonomi, golongan dan tentunya karakter Anda. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkah beberapa kebiasaan dasar yang harus sering Anda lakukan. Anda bisa mencoba Tujuh kebiasaan dasar di bawah ini.

1. Menggunakan Pakaian Yang Pas

Mencari pakaian yang pas dengan tubuh terkadang memang agak sulit. Apalagi jika tubuh Anda termasuk ke dalam kategori yang tidak ideal. Tetapi Anda tidak perlu takut dan menyerah. Mencari pakaian yang pas sangatlah tidak sia-sia. Tidak ada impresi terbaik selain pria yang mengenakan pakaiannya dengan pas.

Kualitas dari pakaian memang penting, tetapi pakaian yang pas adalah hal yang utama. Percuma Anda memiliki pakaian mahal bermerek tetapi sangat tidak sesuai dengan bentuk tubuh Anda.

good fit perfect fit men fashionPerfect Fit

Seperti yang telah disampaikan pada free ebook kami, bahwa kunci utama dari pakaian adalah ukuran yang pas dengan bentuk tubuh Anda, tidak kekecilan maupun kebesaran. Pakaian yang pas tidak membuat Anda sesak, tetapi nyaman dalam bergerak.

Ketika Anda berbelanja, tidak masalah Anda berulang kali keluar masuk fitting room, untuk memastikan bahwa pakaian yang ingin Anda beli sesuai dengan ukuran tubuh.

2. Membuat Perbedaan Besar Dengan Aksesoris

Seperti yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya oleh Que, bahwa Anda dapat tampil menarik dengan aksesoris. Dengan menggunakan aksesoris, Anda tidak tampak kosong dalam berpenampilan.

Ada dua manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika mengenakan aksesoris. Pertama, Anda mendapatkan manfaat dari fungsinya. Kedua, aksesoris dapat meningkatkan performa penampilan Anda.

Sebagai contoh, ketika Anda menggunakan sunglasses, selain mata Anda terlindungi dari bahaya sinar ultraviolet, Anda juga akan terlihat lebih “cool”.

3. Berpakaian Sesuai Acara

Ini juga hal yang penting sebelum Anda keluar dari rumah. Selalu perhatikan acara apa yang akan Anda hadiri. Ada beberapa acara khusus dengan pakaian khusus. Dengan Anda berpakaian sesuai acara, Anda tidak hanyak menghormati tempat dan orang dalam acara tersebut, tetapi juga acara yang Anda datangi.

4. Tampil Bersih dan Rapih

Disini hal yang sangat diperhatikan adalah kemampuan Anda untuk melihat secara detil kebersihan setiap pakaian yang Anda kenakan. Mulai dari ujung kaki hingga rambut. Pastikan agar pakaian yang akan Anda kenakan terbebas dari kotoran, noda ataupun bau yang tak sedap. Pakaian yang sudah pudar, sebaiknya Anda kenakan untuk di rumah saja.

Perhatikan kebersihan sepatu. Karena hal tersebut adalah hal yang paling sulit bagi kebanyakan pria. Jangan salahkan para wanita yang tiba-tiba kabur atau malas diajak berbicara ketika Anda mendekatinya dalam keadaan kucel, kusut dan berantakan.

5.  Memperhatikan Grooming

Beruntunglah kita sebagai pria tidak perlu repot menggunakan makeup seperti para wanita. Seperti artikel sebelumnya mengenai “Grooming Anda Adalah Segalanya“, para pria cukup hanya dengan merawat kebersihan dirinya. Dari mulai kebersihan rambut, wajah, mulut, gigi dan kuku.

Tidak ada hal yang paling memalukan selain senyuman Anda yang masih terdapat sisa makanan di sela-sela gigi.

6. Menggunakan Model Yang Tidak Ketinggalan Zaman

Jika pakaian Anda ketinggalan zaman dan tidak pernah update, banyak orang yang akan menganggap Anda seseorang yang juga ketinggalan zaman. Sisi baik dari selalu mengikuti trend adalah Anda akan lebih terlihat segar dan modern.

7. Keserasian

Keserasian warna berpengaruh besar terhadap penampilan Anda. Tidak semua warna bisa dipadukan secara bersamaan. Ketika Anda tidak mengenakan pakaian secara serasi, Anda akan jauh dari menarik dan tentunya penampilan Anda akan mengganggu pandangan.

Gambar di bawah ini mungkin bisa membantu Anda untuk memahami bagaimana keserasian dalam berpakaian itu.

Keserasian BerpakaianImage by: lordandtaylor.com

Ribet? percayalah sobat, ini lebih jauh lebih gampang ketimbang kebiasaan wanita yang lebih kompleks dalam berpenampilan. Ini adalah kebiasaan sederhana yang mungkin banyak pria abaikan. Mulai sekarang, gunakan tujuh hal ini menjadicheklist Anda sebelum keluar rumah.

“Never leave the house without looking your best.”

Sumber: http://fashionpria.com/