Arsip Harian:September 9, 2011

Devide et impera gaya baru ?

Devide et impera gaya baru ?

Bangun tidur pagi ini, saya langsung nonton tv untuk menyaksikan acara musik atau pun berita yang biasanya ditayangkan hampir semua stasiun televisi di pagi hari. kecuali acara gosip, yang menurut saya jadi cikal bakal ketololan berjamaah karena membiarkan kita terlena melihat para selebritis dan skandalnya.  dan juga menurut saya, kalau yang diberitakan yang baik- baik, prestasinya, ataupun perkembangannya, itu malah baik, agar kita semua bisa bergelora dalam keinginan untuk maju. tapi kalu yang diberitakan tentang kawin cerainya, atau tentang kucingnya yang mati, ngapain??

 

Tapi yang membuat saya tertarik, sampai menulis ini adalah bagaimana saya menonton berita dilayar kaca yang berseteru untuk memperebutkan kekuasaan, saling menuding, bahkan saling sikut dengan intrik-intrik politik yang mendekati kata “kejam”

 

F#ck

 

Menurut saya inilah yang menjadi kebodohan kita sebagai bangsa yang mengaku “BERPENDIDIKAN” ini. bangsa yang mengaku berkembang dengan jumlah penduduk yang mayoritas miskin, dan tanpa jaminan kesehatan.

 

Kebodohan kita disini adalah, “KITA TERLALU SIBUK BERSETERU”

apakah kita tidak mengambil pelajaran dari sejarah, bahwa selama 350 tahun kita terjajah karena hal ini?

kita terpecah belah, dan di pecah belah dengan politik yang bangsa belanda menyebutnya “DEVIDE ET IMPERA”

Apabila kita membaca sejarah bangsa ini maka kita akan tahu mengapa hal ini terjadi. Terdapat satu komunitas yang terus menerus berjuang sementara di sisi yang lain berbaris komunitas-komunitas yang sedang asyik menikmati rejeki hasil pengkhianatan. Lucunya, dengan enteng kita mengatakan semuanya akibat politik divide et impera. Selalu orang lain yang disalahkan dan bukan mengapa kita bisa diadu domba?

Kata persatuan yang tergantung manis dikaki burung garuda yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”  sudah lama terlupakan.

Ketika negara lain sibuk berinvestasi di negara kita, eh malah kita sebagai tuan rumah yang sibuk bertikai.

Kita bagai anak ayam yang kelaparan di lumbung padi.

Sayapun kadang berpikir, “SEBENARNYA KITA INI RAKYAT SIAPA?”, karena sulit mencari kebijakan pemerintah yang langsung terasa dampaknya langsung.

Ini mungkin curhat panjang saya yang berisi pemikiran saya

Dan mudah- mudahan kita tidak terjebak dalam devide et impera gaya baru ini

 

Keep positive thinking

Kiddies