Arsip Kategori: Cinta

Konsep kecantikan masa kini

Konsep kecantikan masa kini

belakangan ini saya memang sedikit lebih consern untuk menulis yang terjadi dan kasat mata terlihat namun mungkin kurang disadari oleh orang lain

tadi sore, pas asik ngopi sambil bercanda dengan beberapa teman yang kebetulan wanita, pembicaraan kami terarah ke masalah kecantikan. salah  satu teman saya berkata, bahwa jaman sekarang, kalo ngga’ cantik ngga’ bakalan laku. begitu dia berseloroh, dan katanya lagi “CANTIK ITU MAHAL”

senada dengan itu, barusan saya melihat status teman facebook saya yang menulis “CEWEK JAMAN SEKARANG ADA- ADA AJA, BIBIRLAH DITATO, ALISLAH DISULAM, KENAPA TIDAK SEKALIAN ITU KUPING DI OBRAS” hahaha

belakangan, saya juga jadi sering bingung sendiri, kok kecantikan jaman sekarang lebih mengedepankan faktor fisik ya?

meskipun harus diakui, faktor fisik memang jadi alasan pertama dalam hal ketertarikan kepada lawan jenis, namun bukan jadi faktor utama.

saya teringat kejadian beberapa waktu yang lalu, saya berkenalan  dengan seorang wanita yang kebetulan bekerja sebagai spg di perusahaan yang menjual pelayanan tv kabel. dan kebetulan karena sudah cukup muak dengan tontonan tv dalam negri yang melulu menampilkan acara acara “DIPAKSA” lucu yang jadi trend saat ini. baik itu acara musik sampai acara parodi yang menurut saya sama sekali tidak lucu secara esensi, maka jadilah saya memutuskan untuk membeli jasa pelayanan tv kabel yang dijualnya.

karena sudah tukar-tukaran nomer handphone, dan waktu kerumah tampaknya dia baik, maka pada keesokan harinya saya memutuskan untuk mengajaknya weekend bersama. Dan karena wajah saya termasuk kategori “baik-baik” ataupun karena saya memang keren, jadilah tawaran saya ini diterima dengan suka hati.

singkat cerita, saya dan dia bergabung bersama teman- teman saya yang lagi nongkrong sambil karaokean dirumah bernyanyi. dilanjutkan dengan makan malam di salah satu tempat makan yang sangat terkenal dengan seafood nya.

teman wanita saya tadi, kalau di ukur dari skala fisik, saya pasti kasih poin delapan.

tapi jika di ukur dari kelakuan, saya pasti kasih angka 4, dan di raport angka 4 itu berarti merah, dan kalau merah berarti tidak naik kelas.

kenapa saya memberikan angka 4? atau bahasa gaulnya “KURANG”

karena ternyata cewek ini suka mengumpat, rada rada rese dan kurang dalam bersopan santun. bagi saya, wanita yang anggun itu sama sekali jauh dari perilaku seperti itu.

jadilah sejak kejadian itu, saya memutuskan untuk tidak mengajaknya lagi. meskipun beberapa kali dia menghubungi saya, dan saya ladeni dengan seadanya saja, karena bagi saya, dia tidak lebih dari seorang kenalan.

saya menulis ini sebagai contoh kongkrit, bagaimana kecantikan fisik itu sama sekali tidak berarti banyak  jika tidak diimbangi dengan keanggunan pribadi. karena kami para pria tidak mendambakan barbie – barbie yang suka dandan tapi perilakunya kayak preman, tidak bisa masak dan nyusahin.

adapun kami membutuhkan mereka, cuma buat have fun… hahaha

salam hangat

KIDDIES

Bagaimana kita terdorong untuk membeli (Dan memilih pasangan)

Bagaimana kita terdorong untuk membeli (Dan memilih pasangan)

Mengapa kita bisa memilih barang atau pasangan yang kita pilih? Bagaimana mekanika pola kerja pikiran kita ketika melakukan pertimbangan itu? Apakah logis dan linear, atau kacau dan penuhasosiasi seenak jidat?

Paul Harrison adalah seorang penulis dan peneliti yang mendalami bidang psikologi dan perilaku konsumen. Berikut adalah beberapa keypoints yang dia sampaikan mengenai dalam dialog Deakin Boardroom Lunch.

  • Manusia cenderung mempercayai institusi, lembaga, keluarga, atau siapapun yang berada di posisi otoritas. Jadi banyak sekali keputusan yang kita ambil terpicu oleh dorongan atau arahan dari pihak-pihak tersebut, sekalipun pada awalnya kita tidak setuju dengan pandangan mereka.
  • Pikiran kita sensitif terhadap pujian. Kita cenderung membeli, memilih benda dan orang lain yang membuat kita merasa lebih baik, lebih cantik, lebih diinginkan.
  • Kita suka berpikir bahwa kita dapat mengambil keputusan yang rasional berdasarkan informasi dan fakta yang ada. Namun berdasarkan penelitian, proses pengambilan keputusan kita seringkali berantakan, terpengaruh prejudis dan stereotip, dan sisi ego akan menolak apapun yang bertentangan dengan sikap mental kita saat ini, tidak peduli pilihan itu sebenarnya adalah hal yang terbaik untuk kita.
  • Kita cenderung bersikap apatis dan terpola ketika mengambil keputusan. Dengan kata lain, tidak peduli seberapa salah pembelian atau pilihan kita di masa lalu, manusia cenderung untuk mengulanginya lagi tanpa dia sadari.
  • Ketika dalam keadaan stres, kecewa, dan di bawah tekanan, kita tidak dapat berpikir dengan baik sehingga mengakibatkan pengambilan keputusan yang buruk.

I think what is important here is this ideology, or, perhaps, mindset, that says we are all individuals, and thus, we all have control over our behaviour, and if we just tried that little bit harder, or were just given a little bit more information, then we would be able to take responsibility for ourselves more appropriately. In other words, stop complaining, get off your backside, and do something about it.

Kesimpulan? Biasakan diri Anda untuk bekerja sedikit lebih keras ketika mengambil keputusan, salah satunya adalah ketika memilih pasangan hidup atau kekasih. Pastikan Anda tidak melakukannya hanya berdasarkan program yang sudah terbiasa tertanam dalam kepala Anda. Hanya karena sesuatu terasa logis, bukan berarti Anda sudah benar-benar berpikir logis

sumber: http://lexdepraxis.blogdetik.com

Asah Empati Anda!

Asah Empati Anda!

Orang-orang bilang, psikolog jagonya berempati. Semestinya memang begitu, tapi tak selamanya juga terjadi. Teman saya, seorang psikolog lulusan universitas terkenal, acap jadi ‘public enemy’, karena tidak terlatihnya dia dalam menangkap sinyal-sinyal sosialdi tempat kerjanya. Misalnya saja, dia tidak sadar bahwa beberapa orang di sekitarnya tidak menyukai caranya ‘memerintah’ rekan kerja. Dia pun tidak menyadari perbedaan pendekatannya dengan rekan kerja yang lain menimbulkan rasa tidak nyaman.

Orang yang ‘mati rasa’ seperti ini bisa dikatakan ketinggalan jaman. Ia bakalan tidak laku lagi sebagai profesional, karena perusahaan akan banyak dirugikan dalam investasi sumber daya manusianya jika diisi profesional dengan ‘soft-skills’ tumpul. Orang seperti ini sulit belajar dan sulit membina Read the rest of this entry

In memoriam Oky….

In memoriam Oky….

Semakin kumenyayangimu….

Semakin kuharus melepasmu dari hidupku…

Sengaja mengutip lirik  lagunya drive buat menggambarkan perasaan saat ini. Bagaimana tidak, duduk di tepi kolam ikan, menatap langit merah sore hari, mengetik ini, sambil membayangkan sahabat yang telah pergi.

Oky…

Sahabat yang paling setia, teman jalan sekaligus.

Mungkin kita tak bisa lagi ngopi bareng di gruzy, gak bisa lompat- lompat bareng lagi seperti waktu nonton changcutter’s, manggung, atau lari terbirit- birit bareng di kejar polisi waktu nonton balap liar di jl Read the rest of this entry

Memberi Ketidakpastian, Perlukah?

Memberi Ketidakpastian, Perlukah?

Pagi ini saya terbangun karena handphone saya berdering tak karuan. padahal sebenarnya saya masih mau tidur, mumpung ini hari libur. Ternyata itu dari teman saya yang mau berkunjung kerumah, tapi naga- naganya bakal ada curhat maraton nanti siang.

Entah kenapa Akhir – akhir ini saya sering dihadapkan pada masalah beberapa teman saya yang menyangkut cinta Halah, Tepatnya kita sebut pacaran saja barangkali. Belakangan beberapa teman saya baik pria maupun wanita lagi sering curhat kepada saya. Mungkin mereka merasa saya tempat ter”Aman” untuk ngomong “begituan” Maksudnya? Hahaha.

“kenapa sich dia seperti itu, padahal gw kan dah merhatiin, dia minta apa gw kasih, rajin nelpon, rajin antar jemput dan tetek bengek lainnya”. Ini adalah ucapan salah satu teman saya yang saya kutip dari curhat maraton nya kemarin. Untung saja kemarin saya libur, sehingga saya sempat meladeninya sambil ngopi di halaman belakang ;) .

Saya biasanya cuman bisa tersenyum, Entah berapa kali saya sudah bilang sama dia, “kalo pacaran tuh nyantai aja”. Tapi dasarnya mungkin dia kebanyakan nonton film india sehingga dia mungkin membayangkan pacaran itu mesti “WAH” dan selamanya bersama.

Okelah, siapa sih yang tidak suka diperhatikan, apalagi sama orang yang kita sayang. Read the rest of this entry

Yang tidak putus cinta jangan BACA

Yang tidak putus cinta jangan BACA

Kebetulan tadi Habis Nge-chek Statistik blog saya ini yang baru berusia 15 hari. Dan Alhamdulillah jumlah kunjungannya diluar dugaan saya, 121 kunjungan selama 15 hari. Berati setiap hari ada sekitar 8 orang yang mampir kesini tiap harinya, dan kalau saya memasang tarif Rp 25.000 per satu kali masuk (kayak di bioskop) berarti saya bisa dapat pemasukan sekitar Rp 120.000 perharinya. wahahaha…

Mudah- mudahan Blog Saya ini semakin banyak dikunjungi Agar saya Bisa tenar Kayak Ariel Peterpan

Namun saya juga sedikit geli  dengan keyword yang dipakai orang sehingga terdampar di blog saya yang keren ini

kesalahan mendekati wanita di kantor

apa yang dilakukan wanita jika tertarik

cara membaca lawan

bila wanita sudah tidak merespon pria

perasaan wanita dimasuki pria

Itu lima dari banyak keyword yang dipakai di mesin pencari. Okay…

Untuk keyword pertama “kesalahan mendekati wanita di kantor”  :  Saran saya Jangan Dekati teman sekantor  yang sudah bersuami Atau silahkan baca Artikel 13 kesalahan yang dilakukan pria pada saat mendekati wanita

Untuk keyword kedua ” apa yang dilakukan wanita jika tertarik”: Biasanya dia jatuh… Read the rest of this entry

13 Kesalahan “Fatal” yang dilakukan pria pada saat mendekati wanita

13 Kesalahan “Fatal” yang dilakukan pria pada saat mendekati wanita

Mungkin Inilah salah satu rahasia yang mungkin belumpernah anda dengar: wanita LEBIH MERESPON pada KARAKTER
daripada PENAMPILAN!

Saya juga Awalnya Tidak percaya. Namun setelah membaca Tulisan – Tulisan Lex, kei dan jet di hitmansystem.com, Akhirnya Cukup menambah pengetahuan saya.

Anda bisa saja memiliki penampilan yang super keren, tapi jika tidak didukung oleh karakter
yang prima, wanita akan LANGSUNG KEHILANGAN feeling terhadap Anda. Penampilan
hanya akan bisa membantu Anda sejauh kesan pertama, dan fase berikutnya sangat
bergantung pada KUALITAS karakter yang Anda miliki.
Alasan mengapa penampilan tidak begitu banyak membantu adalah karena pada jaman
modern ini, penampilan menarik adalah hal yang generik Read the rest of this entry