Memberi Ketidakpastian, Perlukah?

Pagi ini saya terbangun karena handphone saya berdering tak karuan. padahal sebenarnya saya masih mau tidur, mumpung ini hari libur. Ternyata itu dari teman saya yang mau berkunjung kerumah, tapi naga- naganya bakal ada curhat maraton nanti siang.

Entah kenapa Akhir – akhir ini saya sering dihadapkan pada masalah beberapa teman saya yang menyangkut cinta Halah, Tepatnya kita sebut pacaran saja barangkali. Belakangan beberapa teman saya baik pria maupun wanita lagi sering curhat kepada saya. Mungkin mereka merasa saya tempat ter”Aman” untuk ngomong “begituan” Maksudnya? Hahaha.

“kenapa sich dia seperti itu, padahal gw kan dah merhatiin, dia minta apa gw kasih, rajin nelpon, rajin antar jemput dan tetek bengek lainnya”. Ini adalah ucapan salah satu teman saya yang saya kutip dari curhat maraton nya kemarin. Untung saja kemarin saya libur, sehingga saya sempat meladeninya sambil ngopi di halaman belakang😉 .

Saya biasanya cuman bisa tersenyum, Entah berapa kali saya sudah bilang sama dia, “kalo pacaran tuh nyantai aja”. Tapi dasarnya mungkin dia kebanyakan nonton film india sehingga dia mungkin membayangkan pacaran itu mesti “WAH” dan selamanya bersama.

Okelah, siapa sih yang tidak suka diperhatikan, apalagi sama orang yang kita sayang. tapi kalau perhatiannya berlebihan bahkan cenderung over protektif, pastinya bosan juga. Bahkan biasanya rasanya jadi eneg gitu…😉

Benar gak? Anggukkan kepala anda tanda setuju.

Makanya saya ingin berbagi sedikit ilmu cailee dan sekalian menghindari perangkap kebosanan, dan meningkatkan nilai anda dimata pasangan.

Mari kita pelan pelan membahasnya…

Dalam hidup, kita memerlukan perspektif. bila kita mencari kesenangan hanya dari satu sumber, kita cenderung melebih – lebihkan nilai dan manfaatnya. Contohnya, kalau kita menganggap “Hanya” kekasih Anda yang mampu membuat Anda bahagia,  Anda secara tidak sadar menanamkan di dalam diri anda Bahwa anda tak bisa hidup tanpanya. Perilaku otomatis yang kemudian terjadi, anda pun jadi kecanduan. kecanduan pemenuhan kebutuhan bathin dengan ingin berada terus menerus disisinya. dan dampak buruk lainnya, Apabila pasangan anda itu sedikit saja melakukan hal yang diluar keinginan anda, Andapun secara otomatis berfikir itu adalah tanda- tanda berkurangnya cinta diantara kalian😦

Yang ada dalam kepala Anda adalah bagaimana caranya agar Anda dapat bertemu dan memenuhi obsesi Anda akan wanita pujaan Anda.

Tidak mengangkat Telpon dari anda saja, anda langsung berfikir kalo dia lagi “ngapa-ngapain”

Dan tebak apa efeknya? Tepat. Anda telah sangat sukses membuat pasangan Anda menjadi merasa dibatasi dan terpaksa meladeni anda, dan satu sifat dasar manusia adalah, Tidak ada SATU ORANGPUN dimuka bumi ini yang suka dipaksa.

Di saat anda dalam posisi ini, anda telah menjelma menjadi pria teroris.

Saya yakin, cerita ini pasti pernah anda dengar atau anda alami sendiri, entah sebagai korban atau pelaku :isin:

Anda mengerti sampai disini? kalau tidak silahkan kembali mengulang, karena saya tidak tau harus membahasakan dengan bahasa yang lebih ringan Anda mendapat nilai E-  :tuktuk:

Bukan rahasia lagi, bahwa sebagai manusia kita menginginkan apa yang kita tidak miliki, dan kurang menghargai apa yang ada didepan mata anda.

Begitu pula dalam hal hubungan…

David J Leiberman Phd mengungkapkan, Dengan terlalu sering hadir, Anda sebenarnya menurunkan nilai anda di mata pasangan anda. Atinya,  daya tarik bukanlah harga mati. Artinya, penilaian terhadap anda sebagian besar di tentukan oleh apa yang anda lakukan, bukan oleh siapa anda ataupun bagaimana penampilan anda.

Nah, kalau sudah terlanjur begini mesti bagai mana dong? Jangan panik sobat. Allah telah menciptakan segalanya berpasang pasangan, dan selalu ada jalan keluar untuk segala masalah😉 .

Anda pernah mendengar hukum permintaan dan penawaran? saya yakin yang  jarang bolos pasti tau. dan yang suka bolospun, kalau tidak bego- bego amat juga pasti tau…😛

Semakin besar penawaran, semakin sedikit permintaan. Dan sebaliknya, semakin besar permintaan, semakin sedikit penawaran“.

Anda mungkin bertanya, apa hubungannya? . Sangat berhubungan , Anda minimal sekali dalam hidup andapernah bertanya dalam hati, kenapa orang yang tidak begitu anda sukai bisa lebih perhatian kepada anda. sementara orang yang betul- betul anda sukai tidak memberikan perhatian seperti yang anda dapatkan dari orang yang tidak begitu anda sukai.

Jawabannya mudah, Cara anda memperlakukannya lah yang membuatnya demikian. Kepada orang yang tidak begitu anda sukai, Anda mungkin jarangmenelpon, sms, Apalagi menanyakan masalah hubungan anda dengannya. Sementara, kepada orang yang betul- betul anda sukai, anda mungkin melakukan sebaliknya.

Saya pernah memberikan saran kepada teman saya dan mengajaknya melakukan percobaan kecil. Saya menyarankan agar teman saya itu mengurangi frekuensi kehadirannya, telponnya, sms nya kepada pasangannya. Dia sangat terkejut dengan hasilnya, dan bertanya kenapa itu bisa terjadi. Saya menjelaskan kepadanya bahwa itulah yang beberapa orang menyebutnya kehampaan Atensi.

Yap, kehampaan atensi.

Coba anda bayangkan, kalau biasanya dirumah anda tidur di ranjang yang empuk, mandi di kamar mandi yang bersih, dan sarapan dengan roti bakar. Kemudian anda berada di daerah terpencil karena mendapat tugas, Andapun terpaksa tidur seadanya, mana toiletnya jorok, dan tidak ada sarapan pagi yang layak disebut sarapan, saya yakin 700% bahwa anda akan merindukan rumah.

Coba trik diatas dan saya akan terkagum- kagum dengan hasilnya.

Kenapa saya menyarankan memberi ketidak pastian. karena jika pasangan anda merasa anda sudah pasti miliknya, nilai anda akan turun drastis dimatanya. Sebab, Tanpa dimintapun, toh anda selalu ada.Namun dengan memberikan keraguan di hatinya, dan memaksa dia untuk berusaha lebih keras, secara otomatis anda telah meningkatkan ketertarikan dia kepada Anda.

Kedengarannya sepertinya manipulatif, tapi percayalah manipulasi itu selama tidak membodohi ataupun menipu orang lain itu sah- sah saja.

Lagian, itu juga demi masa depan hubungan anda.

Mudah- mudahan tulisan ini memberikan sedikit Inspirasi dan pencerahan buat anda.

Selamat mencoba

Ervine

9 pemikiran pada “Memberi Ketidakpastian, Perlukah?

  1. Saya yakin anda dan pasangan telah menjalani hubungan yang relatif lama, dan nyantai. yang saya bahas diatas, biasanya kejadian pada pasangan yang baru saja jadian, atau salah satu pihak kelewat superior
    btw, kalo mau nikah kasih kabar ya…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s