Rendezvous puzzle

Dari Loteng belakang rumah baru ayahku, saya baru sadar, pemandangannya ternyata sangat indah. Karena letakya berada di pinggiran makassar, rumah ini di jadikan rumah istirahat saja. Karena selain gak bising kayak rumah yang satu, sayapun membayangkan, di kehidupan saya yang lalu, disinilah dulu saya datang dengan menunggang kuda putih dan menolong sang putri dari cengkraman nenek sihir jahat. Meskipun harus memanjat dinding kastil, dan mengalahkan nenek sihir yang ingin mengutuk saya jadi katak, saya tetap maju dan meskipun diserang dengan bola api secara bertubi tubi. Hingga akhirnya saya berhasil membunuh sang nenek sihir dengan pedang, menyelamatkan sang putri, dan hidup bahagia selama- lamanya.😉

Kembali ke Laptop…

Halaman belakang yang luas ini, Akhirnya bisa menjadi ajang penyaluran hobi bagi ayah, karena dia dengan leluasa bikin kolam kolam ikan yang luas dan beberapa kandang ayam. Sejak dulu, ayahku sangat senang memelihara ikan dan ayam jago. Bahkan kemarin, ibu sempat marah- marah karena ayah lupa makan karena saking asiknya membedah halaman belakangnya. Sementara ibu, kelihatannya baru saja memborong pot bunga untuk buga-bunga kesayangannya.

Dari loteng belakang ini terlihat jelas hamparan sawah yang luas, dan sungai yang mengalir entah kemana ujungnya. Beberapa hewan ternak yang di parkir pemiliknya di padang rumput luas di samping rumah juga menambah kesan alami  tempat ini. Dari beberapa tahun lalu ibu dan ayahku berencana menempati rumah ini, namun karena beberapa alasan merekapun baru merealisasikannya tahun ini.

Sayapun merenung mengenang masa kecil saya dulu. Dulu rumah saya yang satunya berjarak hanya 500 meter dari laut, beberapa empang berjejalan ditepian laut. Waktu saya masih berumur 7 tahunan, saya paling suka berenang dilaut , terkadang sampai sore. Walaupun pulangnya harus kena omelan panjang dari ibu, karena seragam sekolah saya kotor.  Tapi omelan ibu biasanya akan segera berakhir, dan dengan memasang wajah tak berdosa, saya memperlihatkan kerang- kerang yang saya dapat , atau kalo saya berenangnya di empang ikan milik pak Hamid almarhum, saya biasa membawa pulang ikan bandeng. Karena pak hamid adalah kenalan baik keluarga saya, dan anaknya biasanya dititipkan kerumah saya kalo istrinya pergi mengajar. Kecuali saya ikut, gerombolan si bolang yang saya pimpin tak akan berani mendekat, jangankan anak kecil, orang besarpun tak akan berani mandekat, kecuali dia kebal. Pak hamid adalah jawara kampung, dan salah sedikit, dia bicara dengan bahasa parang ataupun badik, Tiga kali dia dipenjara gara- gara bunuh orang. Tapi kepada saya, dia sangat ramah, bahkan sangat baik.

Tapi setelah bertahun tahun, lingkungan kamipun berubah seiring perkembangan kota (Halah). Empang ikan ikan milik pak hamidpun disulap menjadi perumahan. Dan seiring perkembangan, tepi laut tempat dulu aku suka berenangpun diatasnya berdiri rumah – rumah panggung yang akhirnya merusak pemandangan alias jorok. Bahkan saking banyaknya, rumah- itupun berdiri diatas air yang pada tahun 1994 lalu memakan korban karena di sapu ombak besar.

Saya sangat suka perubahan makassar yang demikian pesat, Makin banyak Mall, Makin banyak coffeshop, café dan rumah bernyanyi serta fasilitas lainnya yang bikin saya betah keluyuran hingga tengah malam. Yang saya tidak suka adalah dampaknya. Bising, polusi, banjir, lapangan sepak bola semakin sedikit, sampai dulu, kalo mau main bola mesti patungan sama teman – teman buat menyewa lapangan. Keramahan manusianya berkurang, bahkan kadang saya sendiripun tidak kenal dengan dengan tetangga (Kecuali yang cantiQ) yang berada satu blok dengan saya.

Saya sedang duduk di halaman belakang waktu menulis ini, mendengar suara jangkrik yang sedang asik nyanyi lagunya I love you beibe dari changcutter’s. dan menatap bintang – bintang sambil meniru adegan di Drama seri dawson’s creek.

Senyap dan menentramkan…

Kadang – kadang sayapun menghayal, kalau saja kita punya mesin waktu, dan kembali ke masa kecil dulu. Waktu kecil, kita tidak dihadapkan pada masalah – masalah orang dewasa, dunia hanya terlihat hitam putih, tidak ada area abu- abu, tidak ada masalah tagihan listrik, BG yang jatuh tempo, mesti pergi pagi pulang sore, nyari muka di depan camer, gak perlu pergi acara pengantenan sepupunya tetangga yang juga tidak kita kenal tapi harus pergi atas nama penghargaan karena yang turut mengundang itu tetangga.

Trus kenapa judulnya Rendezvous? Gak tau juga, cuman ingat puisi yang pernah jadi tugas saya waktu smu dulu. Kata guru bahasa Indonesia saya, Rendezvous artinya tempat berkumpul. Gak tau jelasnya karena saya lagi gak sempat  guling guling googling. Mungkin saya menulisnya karena saya kembali bertemu memori masa kecil saya dulu. Dan saya lagi menikmati liburan saya yang seminggu lamanya, jadi malas nulis yang menguras otak. Mungkin…

Kalo mau tau artinya Rendezvous secara jelas , silahkan googling sendiri. Karena kayaknya Cappucino saya keburu dingin…

Salam Cappucino

Ervine

Satu pemikiran pada “Rendezvous puzzle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s