In memoriam Oky….

Semakin kumenyayangimu….

Semakin kuharus melepasmu dari hidupku…

Sengaja mengutip lirik  lagunya drive buat menggambarkan perasaan saat ini. Bagaimana tidak, duduk di tepi kolam ikan, menatap langit merah sore hari, mengetik ini, sambil membayangkan sahabat yang telah pergi.

Oky…

Sahabat yang paling setia, teman jalan sekaligus.

Mungkin kita tak bisa lagi ngopi bareng di gruzy, gak bisa lompat- lompat bareng lagi seperti waktu nonton changcutter’s, manggung, atau lari terbirit- birit bareng di kejar polisi waktu nonton balap liar di jl. Veteran.

Masih hangat ingatan tentangmu, Elegan, tak pernah mengeluh, selalu keren dan bersih.

Tiga tahun sejak kita kenal dulu pas mau nongkrong di exelso, kau memang menarik, selalu memikat dengan caramu sendiri.

Meski banyak teman lain, tapi kau selalu jadi pilhan pertama.

Masih segar ingatanku waktu mobil kita terjebak dua malam lamanya, di tengah perkebunan sawit bersama anhar dan ikram, beserta puluhan mobil lain di daerah mamuju gara- gara dua jembatan putus diangkut banjir. J

Untungnya kita ramai- ramai ya…?!!

Jadilah kita dan orang- orang itu seperti komunitas dadakan, yang diikat oleh satu kondisi bernama “kesialan” . Suasanapun berubah layaknya rombongan pedagang arab yang sedang berkemah dan saling menjaga diri dari kawanan penyamun…J

Meskipun akhirnya harus bentol- bentol di hisap nyamuk- nyamuk kebun yang lagi wisata kuliner gratis,berbekal voucher yang entah dapat dari mana.mereka kesetanan, memborong darah segar orang orang yang terpaksa tidur di rerumputan dengan alas seadanya, layaknya korban gempa yang belum dapat bantuan tenda dari pemerintah. J

Kita pernah bersama menaklukkan dan menjamah setiap sudut sulawesi mulai dari titik paling selatan, yakni pulau selayar hingga ke utara, manado dan toli- toli. Kita bersama pernah bersama susuri pedalaman dan desa- desa, lembah, puncak gunung, bahkan menyeberang lautan.

Meskipun sekitar delapan bulan tak bertemu denganmu sejak ke kendari (karena tak sempat mengajakmu), kau masih seperti dulu. Oky yang elegan…

Tapi takdir berkata lain…

Kita berpisah di tempat yang tidak di sangka- sangka sama sekali, Masjid.

Tempat yang seharusnya jadi tempat ter”Aman” karena kata orang rumah Allah. Tempat dimana manusia sepertiku menghadap kepada pencipta, sekaligus memohon pengampunan. Saya berharap malaikat melihat siapa yang menculikmu, tapi tak ada yang memberi tahu, dan meninggalkanku dalam rasa pasrah.

Setelah shalat suhur itu, aku tak pernah melihatmu lagi… Mungkin untuk selamanya.

Meskipun , jujur saya masih berharap engkau kembali.

Terima kasih sobat, telah menemaniku selama ini😉

Kehilanganmu

Ervine

Nb: Buat yang nyolong sepatu gw, rawat baik- baik si Oky, kalo minta tebusan, kirim pesan di kaisar_malam@yahoo.com😉

17 pemikiran pada “In memoriam Oky….

  1. Biarpun sepatu tapi klo udah sayang ya beginilah jadinya…
    apalagi klo itu yang sudah biasa dikenakan buat sehari”.. ato barang” khusus…
    yach semoga oky nya merasa klo dikangeni maz..

    HIDUP!!! ^_^

  2. @Julie: pernah kehilangan sepatu juga?🙂
    @Ninok: kirain sapa nok (biar lebih akrab kesannya)?
    @Greenginn: sepatunya punya nama juga toh?
    btw itu sepatu kesayangan saya, jadinya kesannya gak rela gitu. apalagi hilangnya di masjid…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s