Keberhasilan dan Kegagalan

Sepanjang siang tadi, saya di sibukkan acara pindah rumah salah seorang sahabat saya. Dia adalah salah seorang yang sangat gigih, ulet, dan sangat dapat dipercaya. Dia kemudian bercerita tentang usahanya yang lagi dapat rezeki yang lumayan hingga mampu membeli rumah baru yang lebih besar di salah satu complex yang sangat elit .

Saya ikut bahagia mendengarnya, mengingat perjuangannya yang jatuh bangun waktu merintis usaha. Sempat bangkrut dua kali, dan kesulitan modal, tidak membuatnya kehabisan asa untuk terus maju. Tiga tahun terakhir usahanya lumayan maju, dan akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan.

Sepulangnya, saya semakin bersemangat untuk terus melanjutkan langkah dalam hidup. Karena bertambah lagi seorang sahabat yang telah menambahkan bukti, bahwa semua dapat dicapai di dunia ini, selama kita tidak henti berusaha dan putus asa.

Meskipun “tidak ada yang mudah di dunia ini bukan?”

Keberhasilan memang tidak mudah, butuh perjuangan, kerja keras, ketabahan, dan juga keteguhan hati untuk meraihnya. Meskipun, defenisi keberhasilan itu berbeda- beda untuk setiap orang. Seorang remaja yang lagi kasmaran, mungkin menganggap keberhasilan itu jika mampu bersanding dengan pujaan hatinya. Seorang ayah, mungkin menganggap keberhasilan itu adalah memberikan pendidikan setinggi tingginya kepada anaknya, dan mampu memberikan kecukupan dan hidup layak bagi keluarganya. Seorang pengusaha, mungkin menganggap dirinya berhasil kalau dapat mengembangkan usahanya, dll, tergantung siapa dan apa defenisi masing- masing.

Saya penah membaca sebuah buku yang bertanya, sebuah pertanyaan yang mengusik, jika “tidak ada yang mudah di dunia ini”,berarti itu juga berlaku pada  kegagalan?

Serius,

Apakah kegagalan juga sulit dicapai?

Mari kita telaah sejenak pernyataan diatas. untuk menjadi pecundang, dibutuhkan kesabaran yang besar.

Setiap waktu Harus siap dijadikan bahan sample untuk orang lain.

Kemarin, saya mendengar tetangga saya berceloteh,

Kamu pengen kayak si tono ( nama samaran red )kakakmu?, saban hari kerjanya luntang lantung gak karuan, mau jadi apa kamu nantinya

Tidak asing dengan dialog diatas?

Padahal, jika tinjau kembali, toh si tono mungkin sama sekali tidak ada hubungannya dengan sumber omelan si ibu, tapi dia jadi sample dari sebuah perilaku.

Sebagai manusia, semua orang pasti punya cita cita dan keinginan. Jika para pemenang selalu memutuskan untuk mengejar dan meraihnya, si looser harus terus memendam mimpi dan mengubur keinginan. Hidup tanpa tujuan, bahkan tak ada usaha sedikitpun untuk berhasil. Harus terus pasrah pada keadaan, serba lemah, dan bergantung pada belas kasih orang lain, dan terus memutuskan tinggal di dalam gua kenyamanan yang sebenarnya dia sendiri menyadari, bahwa itu sama sekali tidak nyaman.

Taunya mengeluh tanpa mau repot- repot mencari solusi dari Masalah yang dialaminya, merasa semua orang menentang keinginannya, namun, sama sekali tak ada usaha untuk memperbaiki keadaan.

Setiap hari , kekantor(kampus, atau sekolah), lalu pulang kerumah.

Keesokannya , kantor, rumah. Kantor, rumah. Kantor, rumah. J

Hari ini, sama saja dengan kemarin. Dan besok pasti akan sama saja dengan hari ini.

Menjemukan , bahkan kedengarannya bikin depresi bukan? Berarti, untuk dapat menjadi si looser, dibutuhkan ciri- ciri khusus yang harus terus di pertahankan. Berarti anda harus menjaga ritme hidup anda disitu- situ saja, tidak ada perubahan, dan tidak ada kemajuan. Anda sependapat?

Coba berhenti, dan pikirkan sejenak

Sudah?

Oke,

Hal tersebutpun juga berlaku sebaliknya, untuk jadi pemenang, dibutuhkan pula ciri- ciri yang khusus. Namun disini sedikit membutuhkan usaha yang lebih keras. Membutuhkan kerja keras, menetapkan sasaran yang ingin dicapai, mencari cara untuk mencapai  sasaran tersebut, punya komitmen, bekerja sama dengan banyak orang, kurang tidur, kadang bekerja hingga larut malam. Harus jatuh, terjerembab, bangkit lagi, mendaki, melewati rintangan, jatuh lagi, membalut luka, dan bangkit lagi hingga akhirnya sampai kepada tujuan yang diinginkan.

Itupun tergantung, semakin tinggi dan jauh tujuan anda, semakin besar pula usaha yang dibutuhkan.

Contohnya, kalau mau kewarung depan rumah, anda toh tinggal melangkah beberapa meter, dan trededettttt … sampai deh.

Tapi, coba bayangkan jika mau ke kota lain, anda mungkin harus menempuh jarak yang jauh. Bayangkan, ditengah jalan tiba- tiba hujan dan angin kencang, dan anda kemudian terserang flu. Setelah hujan reda anda kemudian melanjutkan perjalanan dengan basah kuyup. Ternyata , perjalanan anda harus terhenti karena pohon tumbang di karenakan angin kencang. Namun karena sudah agak malam, seseorang berbaik hati membiarkan anda menginap dirumahnya. Namun ternyata, si pemilik rumah juga adalah seorang pengikut sekte sesat yang ingin menjadikan anda tumbalnya. Anda pun berlari, terus menembus gelap malam, anda tak memperdulikan apa- apa lagi selain keselamatan nyawa anda.dan ketika menjelang pagi, anda melihat cahaya di kejauhan, anda terus berjalan, semakin cepat, sehingga anda tersandung. Kaki anda berdarah, namun ketika ingin membalut lukanya, anda melihat papan petunjuk yang terpampang di pohon tersebut, aha… ternyata papan itu adalah papan petunjuk ke kota yang anda tuju. Anda akhirnya berlari, dan terus berlari tanpa memperdulikan lagi luka di kaki anda, dan…..akhirnya anda tiba ketujuan dengan selamat, di sambut hiruk pikuk teriakan histeris orang – orang yang mengetahui anda berhasil lolos dari wilayah paling menakutkan di daerah tersebut.

Kedengarannya berat, menegangkan, dan melelahkan bukan?

Tapi coba anda bayangkan petualangan hebat ala Indiana jones yang anda alami. Yang anda dapat ceritakan kepada orang lain, kepada teman teman baru yang anda temui. Bukankah dibanding orang lain, anda bisa dikatakan memiliki lebih banyak pengalaman. Tidakkah keberhasilan anda akhirnya menjadi pencapaian yang manis?

Tak usah hiraukan luka sepanjang perjalanannya, toh itu akan jadi semacam symbol keberhasilan kelak.

Nah, sekarang anda putuskan, ingin berusaha menjadi apa ?

Selamat berjuang

Ervine

Special buat iwan, selamat menempati rumah barunya😉

17 pemikiran pada “Keberhasilan dan Kegagalan

  1. kata quote of the day saya, butuh energi yang sama bersarnya untuk menjadi berhasil atau menjadi gagal. tinggal kita yang memilih mau menghabiskan energi untuk apa🙂

  2. keberhasilan dan kegagalan selalu berdampingan seperti depan dan belakang, kiri dan kanan
    keberhasilan ada karna belajar dari kegagalan dan kegagalan bagian dari keberhasilan

    salam silaturahmi, kunjungan di week end

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s