To be Perfect

perfectTiba- tiba teringat kejadian kemarin dimana ketika sedang asik menikmati teman saya sambil menikmati segelas cappucino hangat di mall panakukang makassar, sambil mencicipi donatnya Jco yang berlapis coklat … nyummi

kebetulan di meja seberang duduk dua cewek yang lagi seru- serunya ngobrol tentang cowok idamannya

saya tanpa sadar iseng mendengar perbincangan mereka. dan saya harus tertawa geli (meskipun dalam hati) karena seperti nya cowok dambaan mereka berdua cuma ada dua di dunia ini, Tom cruise dan bradpitt.

dan saya rasa kemungkinan mereka untuk memiliki kedua orang tersebut sudah sangat sangat kecil.

mengapa saya berani menyimpulkan demikian? karena dalam angan angan mereka, cowok ideal itu harus tampan, kaya, dan mukanya indo- indo gitchu… hahaha

kasian

dari sinilah alasan saya sampai merasa perlu menulis hal ini, sesuatu tentang nilai kesempurnaan

banyak yang mendamba kesempurnaan, mencari pasangan hidup yang sempurna, agar nanti hidupnya menjadi sempurna. padahal kalau kita kaji lebih dalam, kesempurnaan itu tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.

justru inilah yang menjadi alasan ke ambiguan persepsi kita dalam menilai kehidupan.

kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal kita sendiri tidak pernah berusaha menjadi sempurna. ingin orang lain mengerti perasaan kita, padahal kita sama sekali tidak pernah berusaha untuk mengerti perasaan orang lain.

kenapa tidak kita berusaha sebaik mungkin untuk menyempurnakan hidup kita, agar mudah mengundang orang lain untuk masuk ke kehidupan kita. tapi kenyataannya, kita selalu berfokus pada persepsi orang lain, pendapat orang lain, dan berusaha untuk menjadi yang “TER” agar orang lain menilai kita sesuai apa yang kita inginkan.

saya kadang- kadang miris sendiri, melihat bagaimana kita di giring baik oleh masyarakat, ataupun media tentang penggambaran hidup yang ideal. mengedepankan sesuatu yang sebenarnya menghipnotis kita secara massal, dan kitapun kadang- kadang latah untuk terseret kedalam gaya hidup yang sebenarnya kita tidak tau untuk apa….

ketika orang – orang beramai ramai menyukai ini, kita latah menyukai ini

ketika banyak orang menyukai itu, kita tanpa pikir panjang menyukai itu

padahal, sejatinya kita punya kebutuhan yang berbeda – beda, saya yakin itu. tetapi dikarenakan persepsi kita di buramkan oleh pendapat orang lain, kita seolah kehilangan jati diri, dan bermetamorfosa menjadi mahluk lain yang kadang- kadang kita sendiri tidak mengenalnya.

kita memang harus memperbaiki diri, “MULAI DARI YANG KECIL, DAN MULAI DARI SEKARANG”. agar kita menjadi sosok pribadi yang lebih indah, bernilai dan pribadi yang memiliki jati diri.

jangan tertipu serta mengikuti apa yang belum tentu baik untuk kita

keep use your head

KIDDIES

Satu pemikiran pada “To be Perfect

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s