KAYU LANGIT

20130513_145116Melintasi jalan trans Sulawesi antara poso tentena ke mangkuta, menyuguhkan sesuatu yang eksotis bagiku. Kombinasi antara pemandangan gunung yang menghijau, biru putihnya lagit, dan sinar matahari terik yang belum mampu membuat kita berkeringat karena menusuknya udara dingin.

Namun satu hal yang paling indah dari tempat ini adalah kesunyiannya

Membuatku merasa sendiri, membuat ku merasa terasing dari dunia luar, membuatku berpikir tentang sederhananya dunia ini,

Terkadang aku ingin disini, terasing, dan ingin kesepian

Yup, kesepian

Kata yang paling dihindari manusia manusia modern, kata yang dianalogikan serupa dengan masuk neraka.

Bagiku, kesepian hanya permainan persepsi, tipuan  murahan dunia hedonis, yang menggerogoti kita berjalan diwilayah abu- abu dan mengikis waktu kita hanya untuk sebuah eksistensi semu.

Terkadang bagi sebagian orang, kesepian itu bermakna sebenarnya. Membosankan, sendiri, tidak ada kegiatan berarti, tak punya pacar, kekurangan teman, dll. Tapi disisi lain kesepian juga dapat muncul dalam bentuk lain, dia menghinggapi manusia yang berada dalam keramaian, menghinggapi si party lover’s. bahkan ditengah dinamisme, kesepian masuk dalam hidup kita dan mengeroposi tanpa kita sadari. Kita berbincang namun merahasiakan, kita tertawa tapi tak tau apa yang ditertawakan, lucu atau tidaknya urusan kedua. Terlalu banyak berbasa basi, bahkan untuk sekedar curhat, kita mesti mengotori timeline jejaring social. Dan ironisnya mesti menggunakan kata khiasan untuk menggambarkan perasaan, sesulit itukah jujur kepada hati?

Apakah nanti surga setenang ini ?

Kalau iya, mungkin sekarang saatnya saya harus punya cita- cita masuk surga.

Karena disini, aku menemukan bentuk kesederhanaan dalam bentuk yang paling sederhana. Aku merasa di titik nol, melupakan masa lalu dan tak perlu merisaukan masa depan. Disini waktu terasa berhenti.

Dimana seolah olah awal dan akhir menyatu.

Dimana kelahiran dan kiamat tak pernah berpisah.

Namun deru suara dari knalpot mobil menyadarkanku, bahwa aku masih tetap bermain di permainan “menghabiskan usia”

Permainan yang menegangkan namun terkadang bodoh.

Bodoh karena menang dan kalahnya kita tergantung penilaian orang lain, yang belum tentu bermain lebih baik daripada kita

Satu pemikiran pada “KAYU LANGIT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s