Bisakah kita berbicara selayaknya dua orang yang saling mencintai ?

..1

Tulisan ini bukan tanpa dasar, latar belakang saya menulis ini adalah pengalaman saya sendiri, dan orang – orang di sekitar saya yang merupakan objek pengamatan saya tentang pembelajaran dalam interaksi kehidupan sehari- hari. 

 

Pernah tidak anda melihat orang lain, sahabat, bahkan anda sendiri bertengkar gara- gara hal yang sebenarnya sangat sepele ? kelihatannya lucu, namun itu nyata. Saya dan pasangan pun kadang bertengkar hanya gara – gara hal sepele, anehnya, saya jadi bertanya Tanya, “kok bisa sih masalah ini jadi pertengkaran bahkan melebar dan membesar ?

 

Bukannya saya menganggap PERTENGKARAN adalah sesuatu yang buruk, “JIKA DOSISNYA TEPAT, PERTENGKARAN ITU SEHAT DAN MENYEHATKAN” dalam konteks sebuah hubungan.

 

Dulunya saya menganggap bahwa hal ini didasari oleh ego semata, bahwa konflik terjadi karena dua belah pihak saling berkeras mempertahankan argument dan kepentingannya masing masing.

Ternyata ada hal yang lebih krusial dan mendasar yang sering kita lupakan.

 

KOMUNIKASI

 

Dalam menjalin hubungan, entah itu hubungan terbilang baru atau lama, satu hal yang sering menjadi kendala adalah bagaimana kita mengkomunikasikan  apapun. Masalahnya adalah, apakah dalam mengkomunikasikan itu dua pihak menggunakan bahasa yang sama ?

 

Komunikasi yang saya maksud disini bukan seringnya anda dan pasangan berbincang, namun “apakah anda dan pasangan sudah menyampaikan dan berbicara dengan bahasa yang sama? “. Mungkin anda belum faham apa yang saya sampaikan, contohnya begini, terlepas dari bahasa apa yang anda berdua pakai sehari- hari, entah itu bahasa Indonesia, atau bahasa daerah anda sendiri, tapi “apakah maksud anda itu tersampaikan dan diterima dengan baik ?”.

 

Contoh yang paling actual adalah kata “ngga papa”

 

Pernah tidak anda mengatakan kata ngga papa ini namun hati anda dongkol setengah mati ?

 

Terkadang kita merasa orang lain “HARUSNYA” mengerti bahwa kita dongkol dan kesal, tapi dengan kebiasaan kita untuk merasa tidak enak, kita mengungkapkan kata sakti “ngga papa kok”.

Setelah yang bersangkutan tidak juga mengerti, maka kita menuduh orang lain itu tidak peka. Coba bayangkan apabila kita melakukan ini pada pasangan ? pasti ujung – ujungnya bentrok. Karena di satu pihak merasa pihak lain tidak peka.  dan disisi lain,pihak yang dianggap tidak peka ini merasa tidak bersalah. Runyam.

Sama halnya dua orang yang berbicara, namun yang satu menggunakan Bahasa inggris dan satunya menggunakan bahasa Swahili. Tidak akan pernah nyambung.

 

Terkadang kita menyampaikan maksud kita terpotong potong, tidak menyentuh keinginan sebenarnya. Dengan alasan, tidak enak kalau terlalu blak blakan atau takut pacar marah dan tersinggung. Tapi, anda tidak sadar bahwa pertengkaran  yang mengintai jauh lebih besar . informasi yang anda berikan kepada orang lain itu setengah- setengah, tidak utuh. Dan jika ini disalah mengerti ya W ajar saja, makanya jangan salahkan orang lain atau pasangan anda jika dia salah mengartikan maksud anda, KECUALI PASANGAN ANDA ITU PERAMAL  ATAU PARANORMAL.

 

Daripada sibuk memperbaiki dan bertengkar tiap hari, ada baiknya anda menyamakan bahasa yang anda pakai dalam berkomunikasi dengan orang yang anda cintai yakni dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, jelas, lembut dan maknanya tersampaikan. atau boleh saya sebut bahasa  cinta.

tidak usah sok – sok an mempergunakan makna dibalik makna.

Dan tidak kalah penting lagi, jika berbicara dengan orang yang anda cintai, berlakulah selayaknya dia memang orang yang anda cintai, entah itu di telpon, ataupun secara langsung, hindari penggunaan bahsa yang kasar kepada pasangan, hindari ngotot, dan nada suara yang tinggi, karena dia adalah orang yang anda cintai.

 

“Selalu katakan pada diri anda, saya sedang berbicara pada orang yang saya cintai” dalam setiap berinteraksi dengannya.

 

CINTA ADALAH MASALAH PERASAAN, NAMUN MENGELOLANYA HARUS DENGAN LOGIKA

 

Selamat mencintai

 

KIDDIES

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s